Senin, 07 Juni 2010

Lelang Proyek Dijaga Ketat Polisi

Johan Wahyudi
Borneo Tribune, Mempawah

Puluhan polisi berseragam lengkap dari kesatuan Mapolres Pontianak, Selasa (1/6), kemarin, terlihat melakukan penjagaan di pintu masuk Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pontianak guna mengawal dan mengamankan proses pelelangan tahun 2010. Upaya pengawalan tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi rekanan yang mendatar.

“Kita diminta langsung dari pihak Dinas PU, untuk menjaga proses pelelang ini agar berjalan tertib dan aman. Dan kitapun hanya menurunkan 20 anggota Polres Pontianak,” kata Kasat Samapta Polres Pontianak, Ahmad, ditemui saat berada di lokasi.

Adapun upaya pengamanan dilaksanakan pihak Polres Pontianak, dengan memeriksa para perwakilan kontraktor yang akan mengambil dan memasukan dokument lelang. Namun pemeriksaan tidak dilakukan secara intensif, dimana setiap perwakilan pihak perusahaan dan asosiasi kontruksi hanya boleh diwakili 2 orang saja.

“Kita hanya mengizinkan, 2 orang saja perwakilan dari perushaan dan asosiasi kontruksi untuk masuk ke Dinas PU, demi ketertiban dan keamanan. Kami berharap pihak perusahaan atau asosiasi kontraktor bisa memahami kondisi ini, demi kelancaran proses lelang proyek ini,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas PU Kabupaten Pontianak, Syahrizal, menjelaskan pengamanan dilakukan  anggota Polres Pontianak, memang diminta langsung pihak Dinas PU melalui surat tertulis secara resmi. Hal ini, demi menghindari keributan yang bisa terjadi saat proses pelelang proyek mulai. Apalagi proyek yang dilelang berjumlah milyaran rupiah yaitu paket pekerjaan jalan Simpang GOR-Moton Asam-Moton Panjang-Anjongan senilai Rp 15 miliar lebih, paket pekerjaan jalan Sungai Pinggan-Sangking Kecamatan Sadaniang senilai Rp 1 miliar lebih, paket pekerjaan jalan Jungkat-Segedong senilai senilai Rp 3 miliar lebih, paket pekerjaan Sungai Pinggan-Sekabuk Kecamatan Sadaniang senilai Rp 5 miliar, paket pekerjaan jalan lingkar Antibar senilai Rp 1 miliar lebih dan paket pekerjaan Jambatan Antibar Mempawah senilai Rp 1 miliar.

“Semua itu, demi kelancaran dan keamanan selama proses lelang berlangsung. Kemungkinan pengamanan sampai akhir Juni. Lelang ini, terbuka untuk umum, siapa perusahaan mana saja boleh ikut,” katanya.

Melihat adanya pengamanan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Romi Zakaria, menilai suatu langkah baik dari pihak Dinas PU Kabupaten Pontianak guna menetralisir terjadinya kributan saat proses lelang dilaksanakan. Selain itu, dirinya juga mengingatkan kepada panitia lelang, agar saat pelaksanaan lelang proyek tidak melanggar aturan dan agar tetap berpedoman pada Kepres No 80 Tahun 23 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Pengamanan adalah suatu langkah yang baik. Kita juga berharap segala proses lelang di Kabupaten Pontianak berjalan tertib dan aman. Untuk itu, panitia lelang harus bekerja dengan baik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, dan kontraktor juga harus memenuhi aturan-aturan, karena perusahaan mana pun berhak mengikuti tender proyek ini,” katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar